Contry di BOS

Hut Bos 1
Pada tanggal 29 Maret 2009 Contry dapat menghadiri undangan BOS (Bintaro Ontel Solidarity) yang pertama mengusung tema “Biru” diacara Ontelis tersebut BOS sangat memanjakan para tamu undangan, selamat HUT Bos yang pertama, semoga diusianya yang pertama BOS semakin Jaya dan Semaikn matang dalam mengelola organisasi di Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI)

Ontelis di HUT 1 BOS

Ontelis di HUT 1 BOS

Ketua Pengda Jabodetabek

Ketua Pengda Jabodetabek

ngopi

ngopi

 Ngopi + ruti…ditemenin sama syeik Puji.

Ontel parkir dibasecamp BOS

Ontel parkir dibasecamp BOS

Ketum Contry : Bang Acep

Ketum Contry + Bendahara KOSTI Pusat : Bang Acep

 

Rekan Ontelis Contry

Rekan Ontelis Contry

Dr Huga

Dr Huga

 

Old Sordier > Sekjen Pengda Jabodetabek & Kwa

Old Sordier > Sekjen Pengda Jabodetabek & Kwa

Uncle Sam > Syeik puji dari Contry

Uncle Sam > Syeik puji dari Contry

Ontelis Jabodetabek & Kwa : "Kompak Selalu"

Ontelis Jabodetabek & Kwa : "Kompak Selalu"

Dipublikasi di Forum Ilmu | 5 Komentar

Demang dan Marsose

Demang dan Marsose Lewat Tambun

Ontelis jaman baehula

Ontelis jaman baehula

Seperti melihat suasana sebelum kemerdekaan bangsa ini. Demang-demang Batavia dan Marsose (tentara belanda) naik sepeda menyusuri jalan buatan “Herman Willem Da-endels”,  Kesan itu yang ditampilkan diacara Temu Ontelis & pembentukan PENGDA Se-Jabodetabek & Karawang di Gedung juang 45 Tambun-Bekasi .

Dengan sepeda kuno dan atribut-nya mengayuh hobby melepas kepenatan rutinitas sehari-hari,  kegiatan ini merupakan rutinitas komunitas sepeda tua, soal pakaian yang digunakan Ontelis hanya ingin bernostalgia dengan era prakemerdekaan, ada yang berpakaian Panglima besar Soekarno, M Hatta, Demang-2, Marsose (tentara belanda), pakaian betawi & ada juga yang berpakaian noni-2 belanda.

Ontelis tidak membatasi usia para peserta, yang akan mengikuti kegiatan pawai sepeda tua untuk mengkampanyekan “Kembali Bersepeda” guna mengurangi polusi, pemanasan global & tentunya Sehat dengan bersepeda,  terlihat orang tua berusia lanjut masih ceria mengayuh sepedanya bahkan dengan centilnya mereka mendentingkan bel mekanik khas sepeda ontel “Ting nong-ting nong”  ketika melintas disekitar jalan raya tambun, siapapun berhak untuk menjadi anggota komunitas ini, karena komunitas ini dibentuk adalah untuk  menjalin persaudaraan bagi para pencinta sepeda tua/ Ontel.

Ontelis jaman kini menggunakan seragam masa perjuangan melawan belanda.

Ontelis jaman kini menggunakan seragam masa perjuangan melawan belanda.

Komunitas Contry terbentuk sejak dua tahun silam,  kini anggotanya sudah mencapai 80 orang selain bersepeda kegiatan rutin kami adalah bakti sosial, kegiatan contry ini mungkin akan bisa menginspirasikan masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda sebagai alat “transportasi” .

Karena dengan bersepeda orang akan menyadari sehatnya menggunakan sepeda dan polusi udara akan semakin berkurang, sehinga komunitas sepeda tua minimal akan dapat menyelamatkan bumi dari “Global Warming”/ pemanasan global.

dscf00461

Marsose sedang keliling sekitar tambun.

Anda suka bersepeda tua mari bernostalgia & bergabung dengan : “Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI).

Dipublikasi di Forum Ilmu | 17 Komentar

ONTEL SAHABAT GEDUNG TUA

ONTEL SAHABAT GEDUNG TUA
Inilah Gedung Juang 45

Inilah Gedung Juang 45

 

Oleh : Acep Suganda

Gedung Joeang 45 Bekasi atau yg dulu oleh masyarakat Bekasi sering disebut Gedung Tinggi adalah Gedung tua yg sangat indah yg mempunyai nilai sejarah dan arsiktektur yg sangat tinggi.   Gedung  Tua yg  dibangun dalam kurun waktu tahun 1906 – 1925 sampai sekarang berdiri dengan kokohnya ditempat yg sangat strategis di jalan Sultan Hasanudin Tambun. 

 Tapi sangat disayangkan banyak orang yang  tidak tahu  akan  keberadaan gedung tua tersebut, karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap gedung-gedung bersejarah yang ada disekitarnya,    Oleh sebab itu saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada teman- teman  Pencinta Sepeda Tua Khususnya teman-teman CONTRY ( Community Onthel Tridaya )  salah satu komunitas pencinta sepeda tua yang ada di Tambun-Bekasi.

Gedung Juang 45 With Community Contry

Gedung Juang 45 With Community Contry

 Mereka sangat antusias dan ingin sekali mengangkat dan memperkenalkan GEDUNG JUANG 45 Bekasi kepada masyarakat diluar Bekasi.   

 

Oleh karena itu pada tanggal   22  Februari  2009,  Saya dan teman teman CONTRY mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah  penyelenggara Musda Pembentukan PENGDA KOSTI Jabodetabek+Karawang yg kami sepakati di selenggarakan di Gedung Juang 45  Bekasi.

Tadinya saya kurang yakin kalau  Musda Pengda  KOSTI   Jabodetabek + Karawang  akan sukses diadakan di Bekasi karena keterbatasan tempat dan dukungan dari  pemerintah setempat. akhirnya kami  dan  rekan-rekan komunitas sepeda tua tridaya (CONTRY), Memberanikan diri dan yakin  akan berhasil karena kita  memiliki Tempat  yang  mempunyai  nilai jual  yang sangat besar yaitu Gedung Tua yg sangat bersejarah yaitu Gedung Juang 45  Bekasi.

Hasilnya sangat  di luar dugaan , yang sebelumnya diperkirakan sekitar 300 anggota sepeda tua/ onthel dari  Jabodetabek + Karawang  yang  akan datang ke Bekasi untuk menghadiri Musda, ternyata pada waktunya lebih dari 500  anggota yg  hadir,  sungguh diluar dugaan. 

Ontelis yang datang ke Gedung Juang 45

Ontelis yang datang ke Gedung Juang 45

  

 

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) berpose di Gedung Juang 45

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) berpose di Gedung Juang 45

Bahagia rasanya dapat mengadakan  acara  di Gedung Tua,  Karena saya yakin para pencinta sepeda tua atau yang popular nya biasa orang menyebutnya Onthel,  adalah orang-orang yang peduli akan keberadaan gedung-gedung yang memiliki nilai sejarah tinggi,    Karena apa,  Onthel sendiri  adalah alat  transportasi peninggalan jaman dulu yang memiliki nilai sejarah, walaupun benda itu didatangkan  ke Indonesia oleh  para penjajah pada saat itu.

Inilah yang membuat saya dan teman-teman pecinta ontel senang  menjadi bagian  dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), yang sangat mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maupun pemerintahan, karena sepeda adalah alat transportasi yang bebas dari POLUSI, bebas  BBM, yang lebih  penting bisa mengurangi emisi gas buang yang sangat  MERUSAK LINGKUNGAN, disamping itu sepeda tua juga memiliki nilai seni budaya yang tinggi, yang memiliki nilai jual bagi Pariwisata di Indonesia.

Ketua Contry (Bpk Acep) sedang wawancara.

Ketua Contry (Bpk Acep) sedang wawancara.

 

Siapa lagi yang akan peduli  dengan sejarah dan aset peninggalan jaman dulu kalau bukan kita, Sebelum sepeda Tua musnah sebelum Gedung Tua rubuh, sebelum benda benda yang memiliki nilai sejarah   dijual keluar negeri  oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab, marilah dari sekarang kita ajak anak-anak kita , teman teman kita, masyarakat lingkungan kita dan Pemerintah dilingkungan kita untuk peduli  menjaga dan  melestarikan benda-benda bersejarah peninggalan nenek moyang kita. 

Masih ada keinginan dari teman-teman komunitas sepeda tua baik ditingkat pusat, maupun ditingkat wilayah untuk menjadikan sepeda bagian dari hidup kita, bagian dari transportasi kita, minimal 1(satu)hari dalam seminggu kita bersepeda untuk mengurangi emisi gas buang,  mengurangi polusi dari asap kendaraan bermotor, menghemat  BBM dan yang  pasti membuat  kita hidup lebih sehat..

Pengurus terpilih Hasil Musda Jabodetabek & Karawang

Pengurus terpilih Hasil Musda Jabodetabek & Karawang

Semoga dapat mengemban amanah dari pecinta sepeda tua indonesia,  Amin.

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Forum Ilmu | 14 Komentar

Emblem Merk

Name Plates/ Emblem Merk

Nameplates (also called “head badges”) are what manufacturers used to attach to the fronts of their bicycles as a classy signature, not unlike Mercedes’ hood ornaments.
Nameplates (juga disebut “kepala badge”) adalah apa yang digunakan untuk melampirkan produksi sepeda mereka sebagai Merk/Emblem, tidak seperti Mercedes’ hood ornaments.

Emblem ini memberikan keputusan untuk membedakan mereka dari model lain. Hal ini penting karena kita sering melihat sepeda sungguh dilihat dari jauh sangat serupa. Tetapi, jika model ini ada sebuah nama merk, anda dapat membedakan sepeda tersebut. Bayangkan bagaimana 10 tahun mungkin diambil untuk sepeda dengan lambang Robin Hood.

Ada sekitar 700 name plates mungkin ada yang dikuasai sepeda.
Semoga membuat pencerahan buat Ontelis semua, Amin

Asal pembuatan Sepeda dari Benua Europa-Canada-Asia

Koleksi Emblem Europa-Asia

Koleksi Emblem Europa-Asia

Emblem Sepeda dari Europa-Canada-Asia

Emblem Sepeda dari Europa-Canada-Asia

Asal pembuatan Sepeda dari Benua Amerika

Emblem Benua Amerika

Emblem Benua Amerika


Emblem dari Benua Amerika-2

Emblem dari Benua Amerika-2


Emblem dari Benua Amerika

Emblem dari Benua Amerika

Dari kita untuk kita, semoga memberikan wawasan & membawa silaturahmi buat Ontelis semua.
Salam Contry.

Dipublikasi di Forum Ilmu | 32 Komentar

Contry Ngontel di Jogya

Ini adalah sekilas touring Contry menuju Yogjakarta.

Personil Contry siap menuju Yogjakarta

Personil Contry siap menuju Yogjakarta


Berdo'a sebelum berangkat.

Berdo'a sebelum berangkat.


Sepeda ikut juga ke Jogya.

Sepeda ikut juga ke Jogya.


Mobil yang membawa Personil & Sepeda Contry

Mobil yang membawa Personil & Sepeda Contry


Ontel naik Mobil

Ontel naik Mobil


Waduh jangan ditindiin dong nanti lecet ...!

Waduh jangan ditindiin dong nanti lecet ...!


Ngontel dulu ya!

Ngontel dulu ya!


Ontelis Contry

Ontelis Contry


Mejeng dulu ah.

Mejeng dulu ah.


Pasukan siap tempur

Pasukan siap tempur


Jreng foto didepan Benteng

Jreng foto didepan Benteng


Alhamdulillah touring kejogyakarta tidak ada halangan sehingga kami sangat menikmati acara ngontel diYogja.
Terimakasih mas Towil & Rekan-2 Podjok sebagai tuan rumah yang telah menyediakan tempat buat ontelis Contry. Salam kangen

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Profil personil

Ini adalah personil dari contry :

Ketua Umum

Ketua Umum


Penuh semangat dalam menahkodai & menggalang personil CONTRY
Sepeda Cross punya bang Acep ini didapat waktu Acara Yogja kembali Bersepeda.

Ini dia sang Ketua Harian :

Siap Berjuang dan Menjalankan Roda Contry

Siap Berjuang dan Menjalankan Roda Contry


Surachman Contry adalah seorang Kapiten eh salah, beliau sangat respect dan sangat konsisten terhadap organisasi di KOSTI maupun dikomunitas Ontel Tridaya apalagi kalau ada anggotanya yang sedang tidak fit beliau selalu memberikan spiritnya kepada All anggota.

Pak Djoko & Family :

Ketua Bidang External yang sangat Arif

Pak Djoko & Keluarga


Pak Djoko adalah Ketua Bidang External yang senang sekali menyediakan hidangan Makan-makan buat anggota Contry, apalagi wedang jahe buatan istrinya wah, muantep re & Santo ulang tahun anggota Contry diajak lesehan diJogya.

Top’ix Contry :

Top’ix contry diComunitas Ontel Tridaya adalah sebagai Seksi Keanggotaan & Admin di Blognya Contry, Sepeda Hercules tunggangannya didapat dari seseorang yang sdg berangkat kerja diStasiun kereta Bekasi. Lumayan sepedanya Mas.

Uncle Syam :

Uncle Syam alias H. Samsuri

Uncle Syam alias H. Samsuri


Sang komandan touring, selalu siap mengawal kemanapun contry ngontel…. wuih mirip syek Puji kang….he-8x.

Supa’at sang Mekanik :

Supaat sang mekanik contry

Supaat sang mekanik contry


Kalau sedang service beliau sangat teliti dan detail sehingga sepeda tua yang dipegang oleh Cak Pa’at sangat eunak untuk digoes, kalau ada sepeda yang mau direnovasi biar muantap & kinclong kontak aja Cak Supa’at.

Pak Sabar :

Orang yang Paling Sabar

Orang yang Paling Sabar


Orang yang paling sabar diContry ya Pak sabar ini….kalau diledekin ngak pernah marah….he-3x masa sih.

Pak Umar & Pak H Sartono :

Pak Umar orang yang paling lama diContry & H Sartono sang pemberi komentar untuk rekan-2 yang perlu direnov sepedanya

Pak Umar orang yang paling lama diContry & H Sartono sang pemberi komentar untuk rekan-2 yang perlu direnov sepedanya


Pak Umar orang yang paling lama diContry & H Sartono sang komentator untuk rekan-2 yang perlu direnov sepedanya

Maryadi :

Maryadi

Sang Model : Maryadi


Mas Maryadi selalu berpakaian Ala Komandan Perang….siap audisi nih jadi Jendral Kancil.

Heri Cahyono :

Orang yang suka mensuport

Heri Cahyono


Kalau mau pesan ban sama Aku ya…. tapi ukurannya 170 keatas….. dijamin kuat (ban Archiles & Corsa).

Mr Yanto :

Menir Yanto

Menir Yanto


Mr Menir Gagah buanget ya…he-he-he!

Babeh Nurja :

Sama Tuanya nih Kang Haji

Sama Tuanya nih Kang Haji


Biar Engkong dah tua begini…. Jiwa mah masih 17-an…. masih bisa ngegenjot sampe yogja.

Mas Catur :

Catur Wong Solo

Catur Wong Solo


Sepeda ku ono telu… Religh 1, Phillips 2 kalau yang ini mah buat mejeng doang he…3x … Guanteng kan!.

Babeh:

Babeh & Family

Babeh & Family


Babeh sangat sukses menularkan Virus bersepeda kepada anak-2 nye sampai-2 anakNye ikut jadi Tim Suksesnya KOSTI, perlu dicontoh nih tetep sayang sampe tua ame keluarge, ini waktu acara Yogja kembali bersepeda.

Sudirman & Firman :

Kang Dirman & Kang Firman

Kang Dirman & Kang Firman


Ini dia Tim Seksi Perlengkapan yang paling berperan dalam event-2 di Contry & Ustad Firman yang selalu memberikan Tausiah & Do,a kepada anggota Contry.

Teuku Zakky:

Anggota Kehormatan Contry

Anggota Kehormatan


Teuku Zakky sangat suka bersepeda sampai-2 berpakaian Jadul … Siiplah…insya Allah aktor ini memberikan imun buat KOSTI.

Mas Nikko:

Anak muda yang gaul

Anak muda yang gaul


Anak muda yang satu ini (anak dari Bpk Djoko) sangat menghargai sejarah, sehingga rela ikut diacara Yogja bersepeda…padahal harus apel tuh…. Selamat ya mas dapet sehatnya dapet refresingnya.

Calon Anggota Contry:

Siap.... Grak!

Siap.... Grak!


Inilah generasi penerus Kita….Siap..!!! Grak.

Hafiz & Amalia :

Generasi penerus

Generasi penerus


Generasi penerus

Generasi penerus


Ini adalah generasi penerus kita yang akan memberikan semangat dalam melaksanakan kegiatan ibadah sehari-2. semoga kita semua diberkahi oleh Allah SWT, Amin.

Dipublikasi di Uncategorized | 10 Komentar

History Gedung Juang 45

Melestarikan Gedung Juang 45 Tamboen
Kami Ontelis CONTRY (Comunitas Ontel Tridaya), Siap melestarikan dan mensosialisasikan Gedung Sejarah diBekasi.

Prajurit Contry siap memberikan yang terbaik.

Prajurit Contry siap memberikan yang terbaik.

Gelorakan Semangat Persatuan Kesatuan Bangsa di Gedung Djuang

Gelorakan Semangat Persatuan Kesatuan Bangsa di Gedung Djuang

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi.

Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910. Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Republik Indonesia dengan daerah kekuasaan Belanda terletak didaerah Sasak Jarang, sekarang menjadi perbatasan antara kecamatan Bekasi Timur dengan Kecamatan Tambun dan merupakan perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.

Akibat serangan bertubi-tubi, pertahanan pasukan Belanda di Bekasi sering ditinggalkan. Mereka kemudian memusatkan diri ke daerah Klender Jakarta Timur. Sebaliknya, para pejuang Indonesia menjadikan gedung tinggi ini sempat dijadikan sebagai pertahanan di front pertahanan Bekasi- Jakarta.

Lestarikanlah Gedung sejarah di Republik ini.

Lestarikanlah Gedung sejarah di Republik ini.

(SUPA'AT) Sang Mekanik Sepeda Tua Contry (duduk paling depan)

(SUPA'AT) Sang Mekanik Sepeda Tua Contry (duduk paling depan)

Dikuasai Tuan Tanah

Setelah pasukan Belanda meninggalkan Bekasi. Gedung Juang yang terdiri dari dua lantai ini, dimiliki dan dikuasai seorang tuan tanah keturunan Cina bernama Kouw Oen Huy. Tuan tanah yang berhasil menguasai ratusan hektare tanah di Kecamatan Tambun, bahkan memiliki perkebunan karet. Ia digelari ‘Kapitaen’.

Ia tidak hanya menguasai tanah di Tambun tapi juga daerah Tekuk Pucung yang jaraknya puluhan kilometer dari Tambun, termasuk di daerah Cakung, juga menjadi milik tuan tanah ini.

Gedung Juang yang kini menjadi perkatoran milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, dibangun dua tahap, tahun 1906 dan tahun 1925. Pada awalnya, di bagian halaman muka Gedung Juang ini, dijadikan taman buah yang diantaranya banyak ditanami pohon mangga yang pada saat itu belum pernah dikenal masyarakat Tambun dan Bekasi.

Tuan tanah Kouw Oen Huy, menguasai bangunan tua ini hingga 1942. Selanjutnya, tahun 1943, bangunan bersejarah tersebut berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang hingga tahun 1945. Tentara Jepang, juga menggunakan bangunan tua ini sebagai pusat kekuatannya dalam menjajah Indonesia.

Ontelis Contry di Gedung Juang Tambun-Bekasi

Ontelis Contry di Gedung Juang Tambun-Bekasi

Pada masa perjuangan kemerdekaan 1945, bangunan yang berlokasi di atas tanah sekitar 1000 meter ini, diambil alih oleh Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk dijadikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara. Pada masa itu, Bekasi dijadikan sebagai daerah front pertahanan, maka gedung tersebut berfungsi juga sebagai Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapai Tentara Sekutu yang baru selesai perang dunia kedua.

Di gedung yang mempunyai makna monumental ini, perudingan dan pertukaran tawanan perang terjadi. Lokasi pelaksanaan pertukaran tawanan sendiri dilakukan di dekat Kali Bekasi yang kini tidak jauh dari rumah pegadaian Bekasi. Banyak tentara Jepang meninggal dibantai dan dibuang di Kali Bekasi, membuat setiap tahun tentara Jepang selalu melakukan tabur bunga di kali yang membentang kota Bekasi ini.

Dalam pertukaran tawanan, pejuang-pejuang RI oleh Belanda dipulangkan ke Bekasi, dan tawanan Belanda oleh pejuang RI dipulangkan ke Jakarta lewat kereta api yang lintasannya persis berada di belakang Gedung Juang. Gedung yang tidak jauh dari Pasar Tambun Bekasi ini, juga pernah dijadikan sebagai Pusat Komando Perjuangan RI pada masa perjuangan fisik. Gedung ini selalu menjadi sasaran tembak pesawat udara dan meriam Belanda. Banyak keanehan pada gedung ini. Ketika meriam Belanda dijatuhkan di atas bangunan tersebut, ternyata meriam itu tidak meledak dan hanya merusak sebagian kecil bangunan.

Akhir 1947, ketika Belanda menghianati perundingan Linggarjati tanggal 21 Juli, Belanda mengadakan aksi pertama (dikenal sebagai Agresi Militer Belanda Pertama). Mengingat gedung ini merupakan markas basis pertahanan, maka tidak mengherankan bila di sekitar gedung ini sering terjadi pertempuran dan pembantaian yang bertubi-tubi. Bahkan gedung ini pernah di duduki Belanda/NICA hingga tahun 1949. Namun, gedung yang sangat mempunyai nilai sejarah dan merupakan kebanggaan mayarakat Bekasi ini, kembali berhasil direbut oleh pejuang Bekasi pada awal 1950.

Gedung Juang 45 Tamboen Bekasi

Gedung Juang 45 Tamboen Bekasi

Museum Perjuangan Bekasi Kini….

Setelah masa perjuangan merebut kemerdekaan, gedung ini mengalami berbagai perkembangan dan perubahan fungsi. Selain bangunan bersejarah, bangunan tersebut sering digunakan sebagai pusat aktivitas.

Di antaranya, tahun 1950 setelah Tambun dikuasai lagi oleh Republik Indonesia, gedung ini diisi dan ditempati pertama sekali oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi.

Juga pernah digunakan sebagai kantor Jawatan Pertanian dan jawatan-jawatan lainnya sampai akhir 1982. Bangunan yang berada di bagian timur Bekasi ini, juga sempat dijadikan sebagai tempat persidangan-persidangan DPRDS, DPRD-P, DPRD TK II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960.

Tahun 1951, di gedung ini sempat diisi oleh pasukan TNI Angkatan Darat Batalyon “Kian Santang”. Batalyon Kian Santang ini sekarang menjadi bagian dari Kodam III Siliwangi. Tahun 1962, kemudian gedung ini dibeli Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Ketika peristiwa Gerakan G 30S/PKI pecah, gedung ini juga sempat dijadikan sebagai penampungan Tahanan Politik (Tapol) PKI.

Mengingat letaknya yang strategis, oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi dijabat Abdul Fatah, bangunan ini sempat dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa Akademi Pembangunan Desa (APD) yang merupakan cikal bakal pembangunan perguruan tinggi di Bekasi, dan kini dikenal dengan Universitas Islam 45 (Unisma).

Manfaat lain gedung ini, juga sempat digunakan sebagai Kantor BP-7 dan Kantor Legiun Veteran. Tahun 1999, di gedung menjadi sekretraist Pemilu. Lalu menjadi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sekretarit Kantor Pepabri dan Wredatama. Kini gedung yang menghadap timur ini, menjadi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemertintah Kabupaten Bekasi.

Dan digedung inilah Saat ini Contry diberikan satu ruang tua guna melestarikan sejarah Gedung Juang 45 Tamboen Bekasi.

Suasana gedung kuno terasa melingkupi seluruh gedung, apalagi gedung ini cukup luas dan terasa senyap jika tidak ada kegiatan yang melibatkan orang ramai. Yang ramai justru suara burung Walet dan kelelawar…

Gedung ini sempat diabadikan dalam film “Lebak Membara”, dimana HIM Damsyik sebagai pejuang tewas setelah jimat kebal pelurunya tersangkut dipagar saat hendak menurunkan bendera musuh dihalaman gedung Tinggi :-).

Diakhir tahun 90-an, Gedung Tinggi ini rimbun oleh pohon angsana yang tinggi dan besar. Sayangnya, kerimbunan pohon yang membawa kesejukan ini akhirnya terkalahkan setelah Pemerintah Bekasi memutuskan membangun kantor Dinas Pasar yang menempati sudut halaman Gedung Tinggi dan menumbangkan pohon angsana yang sudah lama menaungi keteduhan halaman Gedung Tinggi.

Jika kapan-kapan main ke Bekasi, sempatkan datang ke Gedung Tinggi. Jika menjadi warga Bekasi, sayang sekali jika tidak tahu sejarah perjuangan Rakyat Bekasi yang salah satu monumen dan saksi bisunya adalah Gedung kuno yang bernama Gedung Tinggi Tambun.

Kami Ontelis Contry, Siap melestaikan Sejarah Gedung Juang 45 Tamboen - Bekasi

Kami Ontelis Contry, Siap melestaikan Sejarah Gedung Juang 45 Tamboen - Bekasi

Inilah Gedung juang 45 Sekarang.

Inilah Gedung juang 45 Sekarang.

Mari Selamatkan Gedung Bersejarah di Bumi Bekasi dengan melestarikan peninggalan Para Pejuang Kita, Amin

Dipublikasi di Forum Ilmu | 29 Komentar